Cerpen Dika Afandi “Cara Selingkuh yang Baik”

Sebenarnya sangat sederhana bagiku, cukup berdempetan dengan Diz, maka akan terobati rinduku pada Lin, istriku. Diz. Ya, seorang yang aku selalu dekat dengannya. Bukan pacar, apalagi istri. Bukan juga musuh! Diz hanyalah teman kuliahku, dulu. Teman sekantorku, sekarang. Setiap...

Cerpen Risalah Janji karya Dika Afandi

Risalah Janji Oleh: Dika Afandi* Luka yang tercipta akan sulit kulupa, sekalipun sakit terasa. Aku ingin sekali melupakannya, namun acapkali aku tak bisa. Aku terluka, tapi aku tetap mencintainya. Perlahan aku melangkah, menghampiri cermin lalu berputar di hadapannya. Cantik....

Cerpen Kau Punya Luka karya Dika Afandi

Selalu. Setiap mendung memayungi langit kota ini, aku melihat seorang perempuan menghampiri satu-persatu dari orang-orang yang melintas dan bertanya demikian, Kau punya luka? Aku heran, kenapa hanya setiap mendung saja aku melihatnya. Kenapa hanya pertanyaan itu saja yang bergulungan...

[Cerpen] Beranda Ibu oleh Dika Afandi

Beranda Ibu Oleh: Dika Afandi* Pada pagi itu mulanya ibu sering ke beranda, tepat setelah aku bergegas ke sekolah. Entah apa,  waktu itu aku ingin kembali sejenak ke rumah. Aku lalu memutar arah.  Ya, saat itulah, dari jauh, kulihat...

[Cerpen] Dua Wajah Ibu oleh Dika Afandi

Dua Wajah Ibu Cerpen: Dika Afandi*             Aku juga punya ibu, sama sepertimu. Tapi aku mempunyai dua ibu. Dan kau tahu, sejak dulu aku tak pernah tahu siapa di antara keduanya yang telah melahirkanku! Mereka tulus menyayangiku dan aku...

[Cerpen] Prolog; Di Akhir Penatian – Dika Afandi

Prolog; Di Akhir Penantian Cerpen: Dika Afandi             Mungkin kau belum tahu akan hal ini. Suatu hal yang terkadang menyakitkan, adalah saat kau mulai menjauh dariku, sedangkan aku merindukanmu untuk tetap di sini. Namun segala sesuatunya memang pantas dan...

[Cerpen] Trilogi Kisah oleh Dika Afandi

SATU  Matahari tenggelam ke dalam bumi tiga jam yang lalu. Gemerlap lampu alun-alun kota mewarnai pekat malam.  Pedagang-pedagang kakilima berjejer di tepi trotoar jalan. Segerombol orang, entah itu pemuda dan pemudi, sepuh dan anak-anak, datang untuk menyaksikan ludruk di...